Mata Sapi

[Sinar gantung di bekas restoran tua]

Di maling sepi segala jantungku,

yang beralih rindu.

.

: Kurang ajar betul!

“Apa benar? Aku tak merasa.”

: Kurang ajar betul!

.

[Malam tua]

Biar saja aku tenggelam,

binasa rindu.

.

“Aku? Bukankah sama saja?”

: Tapi matamu masih kurang ajar.

Hitam pekat, melihatnya aku tersesat.

.

[Andai saja kuasa, tanganmu kugenggam]

Aku sudah jatuh hati, kepada mata sapi

.

: Matamu mata sapi,

Hitam pekat, aku suka

“Cukup membual!”

.

[Ada yang belum lunas darimu]

Jika waktu tak pernah binasa,

biar kita sampai lelah menikmatinya

.

“Iya. Terima kasih.”

fajar.co.id

Foto: fajar.co.id

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s