Sajak Anak Petani

harian aceh

Foto: Harian Aceh

Selepas musim penghujan, kupandangi saja para petani
dan bapakku yang begitu asyik memanen kesedihan
di antara butir-butir padi yang tak pernah cukup
untuk menumbuhkan anak-anaknya, mekar berbunga
di ladang nasib dan hari depan.

Maka akupun duduk-duduk saja mencangkungi derita
dan impianku sendiri setelah letih bercocok tanam harapan
di bangku-bangku sekolah berdebu dan sunyi
dari kehidupan. Selepas musim penghujan,

sebagaimana selepas musim ujian,
aku termangu seperti bapak-bapakku
memandangi langit, terbentang indah
seperti pipi nasib yang lebam membiru.

1996-1997
(Dambil dari Buku Agus R Sarjono – SUATU CERITA DARI NEGERI ANGIN)

Sumber: https://penyukakopi.wordpress.com/tag/sajak-anak-petani/

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s