Jumpa Teman Lama

Beberapa waktu lalu saya mengunjungi Surakarta. Kota Solo tepatnya. Menarik, sebab sudah lama sekali sejak terakhir saya mengunjungi kota itu. Menarik juga karena di sana memang banyak tempat-tempat bersejarah dan monumental.

Museum Pers Indonesia atau orang suka menyebutnya dengan Monumen Pers Nasional merupakan salah satu bukti bahwa kota itu sangat penting perannya buat Indonesia. Seperti juga di PNRI Jakarta (lantai 7), di Museum Pers Indonesia juga terhampar ribuan surat kabar dari zaman baheula sampai modern. Saya pikir ini tentu sangat berharga, bukan hanya buat mahasiswa peneliti, buat masyarakat umum museum ini juga penting untuk menambah pengetahuan. Hmm…itu kalau senang memperbaiki diri atau memperbanyak ilmu tentunya. Enggak cuma tahu koran bekas itu fungsinya buat bungkus gorengan atau kacang rebus.

Well, museum atau monumen ini rupanya sudah dilengkapi dengan teknologi canggih. Pengunjung bisa mengakses koran atawa surat kabar yang seumuran sama engkong atau simbah kita itu melalui mikrofilm. Mikrofilm ini merupakan upaya melestarikan naskah surat kabar dengan cara didigitalkan. Selain untuk menjaga koran tua itu dari kerusakan kalau terlalu sering dibolak-balik, digitalisasi juga memudahkan pengunjung karena tak harus mondar-mandir mencari koran di rak-rak koran. Tinggal klik saja.

Solo juga merupakan tempat pertama kalinya diadakan Pekan Olahraga Nasional yang disingkat PON. Dari tanggal 9-12 September 1948 di stadion yang sekarang terkenal dengan nama Stadion Sriwedari. Di sebelahnya ada juga Taman Sriwedari. Jangan sampai keliru. PON ini diikuti sekitar 600 atlet dan memperlombakan 9 cabang olahraga. Soal pemenang, PON Solo ini dimenangkan sama Jawa Tengah. Semoga enggak jago kandang, ya. Hehe.

Oh iya, kalau sampai malam di Solo, jangan lupa menyempatkan jajan malam di sana. Eh, ini beneran jajanan loh, ya. Bukan jajan yang lain. Tempat jajannya unyu seperti namanya. Galabo. Galabo merupakan akronim dari Gladak Langen Bogan. Weh, saya enggak tahu artinya, tapi kedengarannya bikin lapar. Pusat jajan malam itu ada di Jalan Mayor Sunaryo, sebelah selatan Benteng Vastenburg. Ada sekitar 57 pedagang yang di antaranya menjajakan jajanan tengkleng Klewer, gudeg ceker Mergoyudan, bakmi, dan yang enak-enak lainnya.

Buat saya, ada satu tempat lagi yang ternyata harus dikunjungi kalau sedang di Solo (di kota lain juga). Pergilah ke alun-alun. Di sebelah barat laut alun-alun ada pasar buku bekas (baru tahu) yang menyediakan aneka buku bacaan dari yang jadul sampai mutakhir. Memang, tak sebanyak dan tak se-update di toko buku seperti Gunung Agung atau Gramedia. Ini kawasan yang mirip dengan Kwitang zaman belum digusur. Ramai dan bukunya murah.

IMG_20150331_0001.jpg

Nah, di sanalah saya berjumpa teman lama. Sebuah seri komik silat Cina dengan judul Legenda Putra Langit. Katanya, judul aslinya The Legend of an Emperor. Yang membuat orang dengan nama Tony Wong. Sampai hari ini saya enggak tahu seperti apa wujudnya.

Legenda Putra Langit ini saya baca seri pertamanya kelas 5 SD. Dibeli di sebuah toko buku satu-satunya di kotaku. Lalu terus-terusan saya mencari kelanjutan dari komik Legenda Putra Langit itu. Sayang, enggak pernah ketemu. Ya, apa boleh buat. Di kota kecil akses buku sulit dijangkau. Sedang untuk ke kota besar terlalu jauh.

Akhirnya pasar buku bekas Solo yang menggenapi penasaran saya. Komik ini memang sangat mengena di otak saya. Bentuknya yang hampir mirip dengan majalah salah satu alasanya. Selain itu, ceritanya juga sangat bagus menurut saya. Yang paling jelas adalah penggambaran tokoh-tokohnya yang keren bagi anak kelas 5 SD. Di sudut kios paling belakang saya menemukan komik usang yang sampulnya sangat kental di ingatan saya. Meski berhenti di seri ke-29, saya rasa itu cukup mengobati penasaran saya. Padahal, saya sempat ragu akankah ada buku komik di tempat itu.

Kedengarannya biasa saja, tapi kalau sudah menunggu hampir 20 tahun, rasanya luar biasa bisa berjumpa teman lama. Asyik!

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s